Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Ma’had Aly Sunan Drajat menyelenggarakan kegiatan rutin bertajuk Mudzakarah Kitab Fathul Mu‘in, sebuah forum akademik yang difokuskan pada pendalaman kajian fiqih furu‘iyah melalui salah satu kitab klasik terpenting dalam tradisi keilmuan madzhab Syafi‘i, yaitu Fathul Mu‘in. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Gus Iwan setiap Jum’at malam Sabtu pada pukul 19.00 WIB, dan terbuka bagi seluruh santri Ma’had Aly yang ingin memperdalam wawasan fiqih secara sistematis dan terarah.
Mudzakarah ini dirancang sebagai sarana ilmiah untuk memfasilitasi para santri dalam mengkaji bagian-bagian penting dari Fathul Mu‘in, baik dari sisi struktur pembahasan, argumentasi fiqih, maupun metodologi istinbath yang tersirat di dalamnya. Sebagai kitab fiqih berstatus standar dalam lingkungan pesantren dan lembaga pendidikan Islam, Fathul Mu‘in dianggap sangat strategis untuk dikuasai oleh para santri, terlebih bagi mereka yang terlibat aktif dalam kegiatan musyawarah fiqih tingkat internal kampus.
Salah satu tujuan penting dari pelaksanaan mudzakarah ini ialah untuk memperkuat kesiapan intelektual para santri menghadapi kegiatan Musyawarah Malam Kamis, yaitu forum bahtsul masail rutin yang menuntut kejelasan pemahaman, ketepatan dalam menukil dalil, serta kemampuan menganalisis permasalahan sosial-kontemporer melalui perspektif syariat. Dengan adanya forum pendalaman kitab seperti ini, peserta musyawarah diharapkan tidak hanya memahami teks secara literal, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan berbagai realitas hukum yang berkembang di masyarakat.
Dalam setiap pertemuan, para peserta melakukan kajian secara beruntun melalui metode diskusi terbimbing. Mereka membaca, menjelaskan, dan menguraikan makna teks sekaligus mendialogkan pendapat ulama dalam bab-bab tertentu yang sedang dikaji. Momen ini sekaligus menjadi sarana melatih kemampuan argumentatif, memperkaya wawasan antar-sesama santri, serta membangun budaya ilmiah yang kritis namun tetap beradab sebagaimana tradisi keilmuan pesantren.
Ketua Dema Ma’had Aly Sunan Drajat menyampaikan bahwa kegiatan Mudzakarah Fathul Mu‘in merupakan salah satu program unggulan yang memiliki dampak signifikan terhadap penguatan kemampuan akademik mahasiswa. Menurutnya, pemahaman yang mendalam terhadap kitab-kitab turats adalah landasan utama bagi santri yang kelak akan berkiprah dalam dunia keilmuan dan pengabdian masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa forum ini bukan hanya sekadar kegiatan rutinitas, tetapi ruang pembelajaran yang menjadi bagian integral dari pembentukan kompetensi ilmiah dan spiritual mahasiswa.
Selain memperdalam pemahaman fiqih, kegiatan ini juga menumbuhkan semangat kebersamaan dan kekompakan antar-santri. Diskusi yang berlangsung dari berbagai perspektif menjadikan suasana kajian lebih hidup dan dinamis. Para peserta dapat saling melengkapi pemahaman, sekaligus memperluas cakrawala pemikiran dalam menyikapi permasalahan hukum Islam. Dengan cara ini, para santri dilatih untuk tidak hanya melihat permasalahan dari satu sisi, melainkan memahami konteks yang lebih luas dan kompleks sebagaimana tuntutan era modern.
Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, Dema Ma’had Aly Sunan Drajat berharap agar tradisi kajian fiqih turats semakin melekat dalam jiwa para santri dan menjadi budaya intelektual yang berkelanjutan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mencetak generasi yang memiliki pemahaman kokoh terhadap fiqih klasik, namun tetap mampu relevan dan responsif terhadap perkembangan zaman.
Dengan demikian, Mudzakarah Kitab Fathul Mu‘in bukan hanya menjadi agenda rutin, tetapi sebuah ikhtiar serius dalam merawat warisan keilmuan Islam, membentuk karakter ilmiah mahasiswa, serta mempersiapkan kader-kader fiqih yang siap berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan keagamaan di tengah masyarakat.
Dokumentasi:







